LPB Hatapa Tingkatkan Literasi Pembiayaan bagi 23 UMKM Binaan

Muara Teweh – Akses terhadap permodalan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan dan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, masih banyak pelaku usaha yang menghadapi kendala dalam memahami prosedur pembiayaan, menyiapkan administrasi usaha, maupun menentukan skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan bisnisnya. Menjawab tantangan tersebut, Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Hatapa menyelenggarakan Sosialisasi Pembiayaan UMKM pada 8 Juli 2026 di RM Pondok Stadion, Muara Teweh.

Kegiatan ini diikuti oleh 23 UMKM binaan dari berbagai sektor usaha, antara lain madu kelulut, perikanan, kuliner, katering, serta olahan pangan. Program ini merupakan bagian dari komitmen LPB Hatapa dalam memperkuat ekosistem pengembangan UMKM melalui peningkatan literasi keuangan sekaligus memperluas akses pelaku usaha terhadap sumber pembiayaan formal.

Sebagai narasumber, hadir tim dari BRI Kantor Cabang Muara Teweh, yaitu Handy Morry (Manager Bisnis Mikro), M. Arsyad Gani (Manager Bisnis Ritel), dan Herbie Khuting (Relationship Manager Mikro). Dalam sesi sosialisasi, para peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai alternatif pembiayaan yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), produk pembiayaan BRI, persyaratan pengajuan, proses analisis kelayakan usaha, hingga langkah-langkah mempersiapkan administrasi usaha agar lebih siap mengakses layanan perbankan.

Selain penyampaian materi, kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan konsultasi. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan permodalan yang dihadapi, mulai dari pengembangan kapasitas produksi, pengadaan peralatan usaha, penambahan modal kerja, hingga rencana ekspansi usaha. Dialog yang terbangun memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme pembiayaan sekaligus mempererat hubungan antara pelaku UMKM dengan pihak perbankan.

Koordinator LPB Hatapa, Amirrullah, menyampaikan bahwa akses pembiayaan merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pengembangan UMKM. Namun, kesiapan memperoleh pembiayaan harus didukung oleh tata kelola usaha yang baik, mulai dari pembukuan, legalitas usaha, hingga kemampuan menyusun perencanaan bisnis.

“Permodalan memang menjadi kebutuhan penting bagi UMKM, tetapi akses terhadap pembiayaan harus diimbangi dengan kemampuan mengelola usaha secara profesional. Karena itu, LPB Hatapa tidak hanya membuka akses kepada lembaga keuangan, tetapi juga membekali UMKM melalui pelatihan pembukuan, peningkatan kualitas produk, legalitas usaha, dan berbagai program penguatan kapasitas lainnya agar mereka benar-benar siap berkembang,” ujarnya.

Melalui kolaborasi dengan BRI Kantor Cabang Muara Teweh, LPB Hatapa berharap semakin banyak UMKM binaan yang mampu mengakses pembiayaan formal sesuai kebutuhan usahanya. Dukungan permodalan yang tepat, disertai pengelolaan usaha yang baik, diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jangkauan pasar, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Kerja sama antara LPB Hatapa dan sektor perbankan juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat dan berkelanjutan. Sinergi ini tidak hanya membuka peluang pembiayaan, tetapi juga meningkatkan literasi keuangan, membangun kepercayaan pelaku usaha terhadap lembaga keuangan formal, serta mendorong terciptanya hubungan kemitraan yang saling mendukung dalam pengembangan UMKM.

LPB Hatapa menyampaikan apresiasi kepada BRI Kantor Cabang Muara Teweh atas dukungan dan kolaborasi dalam memberikan edukasi kepada para pelaku UMKM binaan. Kemitraan antara dunia usaha, lembaga keuangan, dan lembaga pendamping diharapkan terus diperkuat sebagai fondasi dalam menciptakan UMKM yang tangguh dan berdaya saing.

Bagi LPB Hatapa, pertumbuhan UMKM tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengelola bisnis, memahami peluang, dan memanfaatkan akses pembiayaan secara bijaksana. Melalui pendampingan yang berkelanjutan dan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, LPB Hatapa terus berkomitmen mendukung lahirnya UMKM yang mandiri, produktif, dan siap naik kelas.