Evaluasi dan Pendampingan Berkelanjutan Dorong UMKM Naik Kelas

Barito Utara – Komitmen dalam membangun UMKM yang tangguh tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan dan pendampingan. Untuk memastikan setiap program memberikan dampak nyata dan berkelanjutan, Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) melaksanakan kegiatan supervisi terhadap UMKM binaan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Hatapa) pada 9–11 Juni 2026 di Kabupaten Barito Utara.

Kegiatan supervisi dipimpin oleh Muhammad Agil Muharom dari Departemen Mentorship & Supporting Development (MSD) Yayasan Astra–YDBA, didampingi oleh tim LPB Hatapa. Supervisi bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan UMKM binaan, meninjau implementasi berbagai program pelatihan dan pendampingan yang telah dilaksanakan, serta mengidentifikasi peluang pengembangan usaha sebagai dasar penyusunan strategi pembinaan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Selama tiga hari pelaksanaan, tim mengunjungi sejumlah UMKM dari berbagai sektor usaha, meliputi kuliner, madu kelulut, perikanan, dan peternakan. Setiap kunjungan dilakukan melalui observasi lapangan, diskusi bersama pelaku usaha, serta peninjauan langsung terhadap perkembangan usaha setelah mengikuti berbagai program pembinaan LPB Hatapa.

Pada sektor kuliner, supervisi dilakukan di UMKM Dapoer Dola, yang menunjukkan perkembangan positif dalam skala usaha dan telah mampu memberdayakan masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja. Tim memberikan sejumlah masukan terkait peningkatan standar proses produksi, penerapan budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), serta penyempurnaan informasi pada kemasan produk guna meningkatkan kualitas, keamanan pangan, dan kepercayaan konsumen.

Di sektor madu kelulut, kunjungan dilakukan ke UMKM Sumber Murni. Hasil supervisi menunjukkan kemajuan pada aspek legalitas usaha serta mulai terbentuknya kolaborasi antarpelaku UMKM binaan dalam memenuhi kebutuhan pasar. Sinergi tersebut menjadi salah satu indikator tumbuhnya jejaring usaha yang semakin kuat dan saling mendukung di lingkungan UMKM binaan LPB Hatapa.

Sementara itu, pada sektor perikanan, tim meninjau implementasi hasil Pelatihan Pembenihan Ikan Nila yang sebelumnya difasilitasi LPB Hatapa. Beberapa pelaku usaha telah mulai menerapkan penggunaan indukan unggul bersertifikat, mempersiapkan pengembangan kolam pembenihan, serta meningkatkan teknik budidaya sebagai langkah untuk memperkuat produktivitas dan kualitas benih yang dihasilkan.

Supervisi juga dilakukan di Kelompok Peternak Sapi Mekar Sari, yang kini tidak hanya mengembangkan usaha peternakan sapi, tetapi juga berhasil mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik bermerek “Mekar Sari Subur Tani – Pupuk Organik”. Inovasi tersebut merupakan hasil dari rangkaian pelatihan dan pendampingan LPB Hatapa dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular berbasis potensi lokal.

Selain itu, tim mengunjungi UMKM Donat Rigby untuk melihat perkembangan usaha dari aspek kualitas produk, pemasaran, dan penguatan identitas usaha. Sejumlah rekomendasi diberikan terkait penyempurnaan branding, desain kemasan, serta strategi pemasaran agar produk memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar.

Koordinator LPB Hatapa, Amirrullah, menyampaikan bahwa kegiatan supervisi merupakan bagian penting dari proses pembinaan berkelanjutan. Melalui supervisi, berbagai capaian program dapat dievaluasi sekaligus menjadi dasar dalam menyusun langkah pendampingan yang lebih tepat sesuai kebutuhan masing-masing UMKM.

“Supervisi bukan hanya untuk menilai hasil pembinaan, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama. Masukan dari Yayasan Astra–YDBA menjadi bekal penting bagi kami untuk terus menyempurnakan program pendampingan sehingga mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi perkembangan UMKM binaan,” ujarnya.

Secara umum, hasil supervisi menunjukkan bahwa berbagai program pembinaan yang dijalankan LPB Hatapa telah mulai diimplementasikan oleh UMKM sesuai dengan karakteristik usahanya masing-masing. Di sisi lain, hasil kunjungan juga menjadi dasar dalam menyusun program pendampingan lanjutan, khususnya pada aspek manajemen usaha, standardisasi produk, penerapan budaya kerja 5R, penguatan merek dan kemasan, peningkatan kualitas produksi, serta pengembangan akses pasar.

LPB Hatapa menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) atas dukungan, arahan, dan pendampingan yang terus diberikan dalam pengembangan UMKM di Barito Utara. Kolaborasi yang erat antara YDBA, PT Pamapersada Nusantara Site SMMS, PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM), dan LPB Hatapa menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan UMKM yang berkelanjutan.

Melalui supervisi yang dilaksanakan secara berkala, LPB Hatapa dan Yayasan Astra–YDBA berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang adaptif, terarah, dan berorientasi pada kebutuhan pelaku usaha. Dengan evaluasi yang berkesinambungan, diharapkan semakin banyak UMKM binaan yang mampu tumbuh menjadi usaha yang mandiri, profesional, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi.

Bagi LPB Hatapa, supervisi bukan sekadar proses evaluasi, melainkan momentum untuk memastikan bahwa setiap program pemberdayaan benar-benar menghasilkan perubahan yang berkelanjutan. Ketika pembinaan dilakukan secara konsisten dan kolaboratif, UMKM akan memiliki fondasi yang semakin kuat untuk berkembang, memperluas pasar, dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Barito Utara.