Muara Teweh, 16 September 2025 – Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Hadaduhup Itah Parajakian atau LPB Hatapa terus berkomitmen mendorong UMKM binaannya agar naik kelas dan berdaya saing. Salah satu upaya konkret dilakukan melalui kegiatan Pelatihan Branding dan Packaging yang digelar pada Selasa, 16 September 2025 di Pondok Stadion, Muara Teweh.

Kegiatan ini diikuti oleh 20 pelaku UMKM binaan LPB Hatapa dari sektor usaha Kuliner. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari rangkaian program pembinaan yang terintegrasi antara PT Pamapersada Nusantara (PAMA), PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM) dan Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra melalui LPB HATAPA.

Dalam sambutannya, Koordinator LPB Hatapa, Amirrullah, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan UMKM dalam memahami pentingnya identitas merek dan kemasan yang menarik agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Branding dan packaging bukan hanya soal tampilan, tetapi juga soal kepercayaan. Ketika produk memiliki identitas yang kuat dan kemasan yang baik, maka konsumen akan lebih yakin dan loyal. LPB Hatapa ingin UMKM tidak hanya bertahan, tapi juga tumbuh dan naik kelas,” ungkap Amirrullah.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Link Productive, yaitu Abdul Mustakim dan Sayyid Al Fikri.

Pada sesi pertama, Abdul Mustakim membimbing peserta untuk membuat akun Instagram bisnis, mempublikasikan konten produk pertama, dan menulis caption yang menarik sesuai karakter produk. Peserta juga belajar teknik foto produk sederhana menggunakan kamera ponsel agar tampilan produk lebih menarik saat dipromosikan secara online.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Sayyid Al Fikri yang mengajarkan dasar-dasar desain kemasan dan label produk. Melalui praktik langsung menggunakan aplikasi Canva, peserta mencoba membuat desain label produk mereka sendiri.

Kegiatan berlangsung aktif dan interaktif, di mana setiap peserta berkesempatan menunjukkan hasil karyanya dan mendapatkan umpan balik langsung dari instruktur.

Melalui pelatihan ini, peserta semakin memahami bahwa branding dan visualisasi produk memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai jual serta kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.

“Harapan kami, setelah pelatihan ini UMKM bisa lebih percaya diri memasarkan produk secara digital dan memiliki kemasan yang mencerminkan kualitas produknya. Ini langkah awal menuju kemandirian dan keberlanjutan usaha,” tutup Amirrullah.

Kegiatan pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya LPB Hatapa dalam memperkuat ekosistem UMKM di Barito Utara agar lebih siap menghadapi persaingan pasar dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.