LPB Hatapa Tingkatkan Kompetensi UMKM Melalui Pelatihan Pembenihan Ikan Nila

Muara Teweh – Ketersediaan benih ikan yang berkualitas merupakan salah satu faktor kunci dalam keberhasilan usaha budidaya perikanan. Menyadari pentingnya hal tersebut, Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Hatapa menyelenggarakan Pelatihan Pembenihan Ikan Nila bagi enam UMKM pilot sektor perikanan pada 19–20 Mei 2026 di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan LPB Hatapa dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha perikanan agar tidak hanya berfokus pada pembesaran ikan, tetapi juga memiliki kemampuan memproduksi benih unggul secara mandiri. Melalui kompetensi tersebut, UMKM diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan benih dari luar daerah, meningkatkan efisiensi usaha, sekaligus membuka peluang usaha baru di bidang pembenihan.

Pelatihan dilaksanakan selama dua hari dengan memadukan pembelajaran teori dan praktik lapangan. Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai dasar-dasar pembenihan ikan nila yang disampaikan oleh Rahmad Hidayat, Teknisi Komoditas Ikan Nila Instalasi Budidaya Ikan Bincau, BPBAT Mandiangin. Materi yang diberikan meliputi karakteristik biologis ikan nila, pemilihan indukan unggul, teknik pemijahan, pengelolaan kualitas air, hingga proses pendederan sebagai tahapan penting dalam menghasilkan benih yang sehat dan berkualitas.

Penyampaian materi dilakukan secara aplikatif sehingga peserta tidak hanya memahami konsep pembenihan, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kondisi usaha yang dijalankan sehari-hari. Berbagai pengalaman lapangan dan studi kasus turut dibahas untuk memberikan gambaran nyata mengenai penerapan teknik pembenihan yang baik.

Memasuki hari kedua, peserta mengikuti praktik langsung di Instalasi Budidaya Ikan Bincau – BPBAT Mandiangin yang dipandu oleh Juliansyah, S.Pi., M.P., Koordinator Instalasi Budidaya Ikan Bincau, bersama tim teknisi komoditas ikan nila. Dalam sesi praktik tersebut, peserta mempelajari seluruh tahapan proses pembenihan secara langsung, mulai dari seleksi indukan, teknik pemijahan, penanganan telur dan larva, pemeliharaan benih, proses pendederan, hingga pengamatan sistem budidaya yang diterapkan di kolam produksi.

Pendekatan pembelajaran berbasis praktik memberikan pengalaman nyata kepada peserta dalam memahami setiap tahapan produksi benih. Diskusi dan sesi tanya jawab yang berlangsung selama kegiatan turut memperkaya wawasan peserta mengenai berbagai tantangan yang umum dihadapi dalam usaha pembenihan ikan nila, sekaligus solusi yang dapat diterapkan di lapangan.

Koordinator LPB Hatapa, Amirrullah, menyampaikan bahwa pengembangan sektor perikanan tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia sebagai pelaku utama usaha.

“Kami ingin UMKM binaan memiliki kemampuan yang lebih lengkap, mulai dari pembenihan hingga pembesaran ikan. Dengan menguasai teknik pembenihan, pelaku usaha dapat menghasilkan benih yang berkualitas, mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah, serta menciptakan peluang usaha baru yang memberikan nilai tambah bagi sektor perikanan di Barito Utara,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan teknik pembenihan sesuai standar budidaya yang baik, menghasilkan benih berkualitas dari indukan unggul, serta meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha perikanan. Kompetensi tersebut juga menjadi bekal penting dalam membangun unit-unit usaha pembenihan yang mampu memenuhi kebutuhan benih di tingkat lokal.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok budidaya ikan nila di Kabupaten Barito Utara. Kehadiran pembenih lokal akan mendukung ketersediaan benih yang lebih mudah diakses, meningkatkan efisiensi biaya produksi, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat yang bergerak di sektor perikanan.

LPB Hatapa menyampaikan apresiasi kepada seluruh instruktur dan tim BPBAT Mandiangin atas ilmu, pengalaman, dan pendampingan yang diberikan selama pelatihan berlangsung. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendamping seperti ini diharapkan mampu melahirkan pelaku usaha perikanan yang lebih kompeten, mandiri, dan siap menghadapi tantangan industri perikanan yang terus berkembang.

Bagi LPB Hatapa, budidaya perikanan yang berkelanjutan selalu dimulai dari benih yang berkualitas dan sumber daya manusia yang kompeten. Melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha secara berkelanjutan, LPB Hatapa berkomitmen mendorong lahirnya UMKM perikanan yang produktif, berdaya saing, dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat menuju UMKM mandiri dan naik kelas.